Smile for everyone :)
Tersenyum, betapa mudahnya hal ini dilakukan. Hanya
butuh sedetik untuk merubah bentuk bibir menjadi senyum. Dan hanya butuh
tujuh detik mempertahankan sang senyum untuk terlihat sebagai ungkapan
ketulusan hati. Tetapi kenapa hal sederhana ini jarang terlihat?
Wajah-wajah di jalan, di angkutan umum, di kantin, di kantor, bahkan di tempat
wisata yang seharusnya menjadi kebun senyum, justru terlihat buram.
Kerutan-kerutan di wajah menunjukkan betapa berat beban yang harus ditanggung
wajah-wajah itu. Banyak wajah yang daerah diantara dua matanya
mengkerut. Menyeramkan dan tampak garang.
Senyum pada hakikatnya adalah salah satu anugerah indah
dari Tuhan Yang Maha Indah. Tuhan sengaja menganugerahkan senyum
sebagai bagian dari keindahan manusia. Sayang, anugerah indah ini, tidak
banyak ditemui di wajah banyak manusia. Dunia akan jauh lebih indah bila
penduduknya gemar tersenyum. Senyum pada hakikatnya adalah kebutuhan
manusia. Siapa yang senang tersenyum membuat jiwa, perasaan, pikiran dan fisiknya
terpenuhi salah satu kebutuhannya. Bila manusia tidak senang tersenyum,
ada luka di jiwa, rasa dan pikirnya. Sang jiwa yang terluka membuat hidup
dipenuhi kegelisahan. Sang rasa yang terluka membuat hidup tidak
tenang. Sang pikir yang terluka membuat hidup penuh beban.
Senyum
adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu
gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan
orang senyum untuk menampilkan kebahagiaan dan rasa senang. Senyum itu datang
dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia
senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya
atau menjadi lebih cantik dari pada saat merengut ataupun terdiam tanpa senyum.
Senyum adalah hal kecil yang bisa menimbulkan efek luar biasa. Senyum bukan
sekadar menggerakkan otot-otot muka, tetapi lebih kepada pergerakan suasana
hati. Gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi
berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang
sangat dalam. Betapa mujarabnya senyum itu, yang mampu mempengaruhi akal
pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok
pengalang di antara anak manusia. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir
yang bersih, itulah senyuman.
Dan orang yang melihat senyum itu pun akan terpengaruh suasana hatinya. Jadi senang, ceria, bahkan grogi atau bingung. Karena setiap orang punya ciri khas dalam senyumnya, yang kadang misterius. Konon salah satu senyum termisterius adalah milik Monalisa, dalam lukisan Da Vinci.
Dan orang yang melihat senyum itu pun akan terpengaruh suasana hatinya. Jadi senang, ceria, bahkan grogi atau bingung. Karena setiap orang punya ciri khas dalam senyumnya, yang kadang misterius. Konon salah satu senyum termisterius adalah milik Monalisa, dalam lukisan Da Vinci.
Suatu
ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia
berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau
membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan
sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal!” Muhammad saw. menoleh kepadanya
seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul
maal kepadanya. Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang
terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum
mendengarkan alasan mereka. Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan
suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau. Sehingga tidak mengherankan beliau
mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang
berjumpa dengannya. Itulah senyum yang mampu meluluhkan hati siapa saja, sebuah
pelet mujarab. Senyum bisa menyihir hati, menumbuhkan harapan dan menghilangkan
sikap keras hati. Selain menghiasi diri dengan akhlak mulia, menjadikan
senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan adalah sebuah keindahan hidup.Saat
senyum tulus tidak mungkin keluar makian kotor, tidak mungkin muncul amarah dan
fitnah keji. Jika makian kotor berdampak buruk bagi diri sendiri, namun senyum
mampu melahirkan kebaikan yang tulus pula.
sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar